Bodoh melahirkan Vandal

Lagi, aksi vandal menimpa KRL 2064, KRL Jurusan Tanah Abang – Parung Panjang. Kaca pintu pecah, sehingga tidak difungsikan..wahai para begundal vandal..lihatlah hasil karya mu.

Apa itu vandalisme? Menurut om wikipedia:

Istilah vandalisme ini merujuk kepada suatu sikap kebiasaan yang berasal dari nama bangsa Vandal, pada zaman Romawi Kuno, yang merusak kota Roma secara biadab pada tahun 455. Pada Abad Pencerahan, Roma diidolakan, sementara bangsa Goth dan Vandal dipersalahkan karena menghancurkan kota kuno yang indah tersebut. Sebenarnya bangsa Vandal tidaklah merusak lebih banyak dibandingkan para penyerbu kota itu di masa lalu, tetapi nama bangsa itu mengilhami penyair Britania Raya, John Dryden, pada 1694 menulis bahwa bangsa Goth dan Vandal adalah bangsa Utara yang kasar, merusak banyak sekali monumen.[2] Memang bangsa Vandal sengaja merusak banyak patung, sehingga namanya dikaitkan dengan perusakan benda seni. Istilah Vandalisme diutarakan pertama kali pada tahun 1794 oleh Henri Grégoire, Uskup Blois, untuk menyebut perusakan karya seni pada waktu Revolusi Perancis. Istilah itu segera dipakai di seluruh Eropa. Penggunaan baru ini berperan dalam memberi kesan pada zaman modern bahwa bangsa Vandal pada zaman kuno merupakan bangsa barbar atau tidak beradab yang suka merusak.[3]
Budaya yang dikaitkan antara lain: perusakan dan penistaan terhadap segala sesuatu yang bermutu indah atau terhormat. Tindakan yang termasuk di dalam vandalisme lainnya adalah tindak kriminal perusakan, pencacatan, grafiti yang liar, dan hal-hal lainnya yang bersifat mengganggu peradaban.

Pikiran kita sama kan? Persis, saya kira vandalisme itu terkait perusakan fasilitas umum atau pribadi. Tak tahunya merujuk pada karya seni.

Tapi dewasa ini cakupan objek vandalisme memang meluas, ya itu, fasum. Nah, kalau boleh di ringkes, intinya vandalisme itu adalah tindakan merusak, entah itu fasum, fasos, barang seni apalagi hati..eaaaa

TKP: lagi benerin sama pak tukang, otomatis pintu dimatikan.

Comments

comments